Tampilkan postingan dengan label Berita Grobogan Bersemi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Grobogan Bersemi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

Nasi Becek Purwodadi

Sayur Becek merupakan makanan khas dari daerah Purwodadi Grobogan,Becek dulunya disajikan untuk jamuan orang punya hajat seperti perkawinan maupun khitanan kusus didaerah pedesaan,Sekarang ini Becek sudah masuk rumah makan sehingga menambah daftar menu masakan yang tersedia,Sayur Becek terdiri dari tulang iga sapi ( balungan ),bumbu rempah-rempah dan ditambah dengan daun kedondong dan daun dayakan.saat ini Sayur Becek dapat dinikmati di 1.warung makan 45 jl s parman sebelah barat kantor pos Purwodadi-Grobogan JATENG. 2.RM PUTRA 45 Jl Jendd Sudirman 56 Purwodadi-Grobogan JATENG Apabila Pembaca melintas di Grobogan bisa mampir untuk mencicipi sayur becek.

Swieke di Purwodadi, Grobogan


SWIEKE selama ini telah menjadi ikon kuliner Kabupaten Grobogan. Tak sulit mencari warung makan pinggir jalan sampai restoran yang cukup bergengsi yang menjual makanan itu. Jika mengatakan swieke, pasti akan dihubungkan dengan Kabupaten Grobogan.

Sejak saya kecil, tiap malam di musim penghujan, saya sering menjumpai pencari katak (kodok) menyusuri sawah-sawah di kampung. Namun waktu itu pamor swieke belum setenar sekarang. Saat itu masih sedikit warung yang terang-terangan menjual makanan berkuah tauco itu.

Makanan hasil olahan katak memang terkenal lezat. Bahkan media Ibu Kota pernah meliput swieke dari Purwodadi beberapa waktu lalu. Juga kiprah swieke Purwodadi yang telah berekspansi keluar Grobogan.

Sebetulnya bukan hanya swieke saja yang menjadi olahan utama katak sawah. Penulis bersama kawan, pernah makan di warung nasi kucing di dekat Pasar Gubug, di situ menjual pepes katak.

Terlihat enak. Tapi sayang penulis tak mencicipi. Katak goreng juga menjadi olahan yang cukup lezat.

Suara Merdeka (1/12/09) dalam halaman Demak-Grobogan, melaporkan tentang bisnis katak di Grobogan. Setiap hari daerah itu menghasilkan 6-10 kuintal katak mentah yang siap disalurkan ke warung-warung.

Kata Sumi, seorang pengepul, rata-rata seorang penjual katak menyetorkan 3-5 kg katak mentah kepadanya pelanggannya.

Pada awal musim penghujan katak sawah memang melimpah. Ini telah menggerakkan kreativitas masyarakat untuk mencari penghasilan tambahan.

Saat musim hujan, harga katak bisa Rp 25 ribu- Rp29 ribu per kg, dan saat musim kemarau bisa Rp 32 ribu tapi barangnya sulit didapat. Rata-rata pencari katak mendapat untung Rp 50 ribu-Rp 70 ribu per malam..

Keberadaan swieke yang telah menjadi makanan khas Grobogan akan menemukan hambatan teologis jika benar-benar ingin diikonkan. Meski bukan dikenal sebagai kota santri masyarakat Grobogan relijius dan konsisten menjalani ajaran agamanya.

Literatur fikih menyebut katak sebagai hewan yang haram karena hidup di dua tempat (darat dan air). Meski Alquran tidak menyebut secara eksplisit keharaman katak, tapi ulama-ulama sepakat bahwa katak adalah haram.
Dilematis Inilah yang menjadi sebab katak (swieke) mengalami keadaan yang dilematis. Di satu sisi sebagai makanan yang lezat dan digemari masyarakat, bahkan di luar Grobogan. Sisi yang lain menjadi makanan haram secara teologis.

Di Grobogan tak ada tempat seperti Pasar di Tomohon, Sulawesi Utara yang menjual berbagai makanan ekstrem seperti daging anjing, kelelawar, tikus, kucing, babi dan lain-lain. Warung-warung swieke bisa berdiri mesra dengan warung-warung lainnya.

Lantas mungkinkah makanan yang tak mendapat legalitas fikih sebagai makanan halal itu layak jual ke masyarakat? Kenyataannya warung swieke selalu ramai pembeli. Artinya, makanan ini terbukti digemari masyarakat.

Potensi alam yang melimpah dengan katak sawah di Grobogan bisa dioptimalkan menjadi sumber pendapatan daerah.

Sayangnya kebutuhan katak masih bergantung dengan alam, yakni hanya pada musim penghujan. Belum dicoba ternak katak agar kebutuhan katak bisa dipasok tanpa bergantung pada musim.

Ada dua cara yang coba penulis tawarkan untuk menyiasati agar swieke tetap bertahan. Pertama, mengatasi hambatan teologis.

Bukan dengan cara mencari ëilat (alasan) agar katak yang asalnya haram menjadi halal melainkan dengan menjual katak di tempat-tempat yang dihuni oleh komunitas-komunitas masyarakat yang kebetulan tidak mengharamkan binatang ini.

Kedua, menyiasati dengan mengganti daging swieke bukan lagi dengan katak melainkan dengan yang lain, misalnya ayam, kelinci, itik, bebek, sapi, atau kambing.

Dengan demikian cita rasa swieke akan masih tetap terjaga, namun tetap menghormati orang-orang yang tak ingin makan katak karena alasan teologis.

Ini berhasil dicoba oleh rica-rica yang dulu dihubungkan dengan (maaf) anjing, tapi kini telah dikenal rica-rica lain yang menggunakan daging yang halal.

Swieke adalah bumbu, bukan kataknya. Artinya yang membuat makanan itu enak karena bumbu swiekenya, yaitu taucom bukan karena kataknya.

Kecamatan Karangrayung


Letak Geografis Kecamatan Karangrayung
Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan secara garis besar terletak pada 0°- 8°, dan merupakan dataran rendah yang berada pada ketinggian 50 meter diatas permukaan air laut. Nama Karangrayung dapat diartikan sebagai batu dan rumput yang tumbuh di pinggir sungai.
Kecamatan Karangrayung terbentuk bersama-sama dengan terbentuknya Kabupaten Grobogan yaitu berdasarkan UU No. 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di lingkungan Propinsi Jawa Tengah.
Adapun potensi di wilayah Kecamatan Karangrayung, sama seperti kecamatan lain di Kabupaten Grobogan meliputi tanaman pertanian padi, jagung, palawija.
Dilihat dari Peta Kabupaten Grobogan, Kecamatan Karangrayung teletak di bagian barat selatan merupakan perbatasan  dengan Kabupaten Boyolali. Detail Peta Kecamatan Karangrayung dapat ditelusuri melalui Google Maps, silahkan klik disini 

Luas Wilayah  Kecamatan Karangrayung
Secara administratif Kecamatan Karangrayung terdiri dari 19 Desa, 591 RT, dan 107 RW dengan ibukota berada di Desa Sumberjosari. Kecamatan ini mempunyai luas wilayah 140.59 Km2 dengan jumlah penduduk pada Tahun 2009 sebanyak 97.912 jiwa, sebagaimana tabel di bawah ini.
kec_karangrayung-1

Aspek Umum  Kecamatan Karangrayung
Tahun 2009, Produksi pertanian terbesar di Kecamatan ini adalah komoditas jagung yang mencapai 52.454 ton, diantara produksi pertanian yang lain. Produksi jagung di kecamatan ini mencapai 7,43% dari total produksi di Kabupaten Grobogan yang mencapai 705.691 ton. 
Produksi perikanan dari perairan umum lebih tinggi dibandingkan produksi kolam, yang mencapai 10.311 Kg, Sementara produksi dari kolam mencapai 9.545 Kg. Sedangkan untuk peternakan cukup besar, jumlah ternak kambing mencapai 3.608 ekor, sapi potong mencapai 1.249 ekor. 
Industri yang berkembang masih didominasi industri rumah tangga yang mencapai 1.120 unit, industri kecil mencapai 20 unit. Sedangkan untuk industri besar dan sedang belum berkembang di kecamatan ini. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
kec_karangrayung-2


Peluang Usaha di Purwodadi, Grobogan


Peluang Investasi dan Bisnis di Provinsi Jawa Tengan Sangat banya, Keanekaragaman jenis dan Bentuk Investasi ada di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah menawarkan investasi di sektor pertanian. Investasi ini sangat prospektif mengingat jumlah penduduk sebesar 32, 38 juta jiwa atau sekitar 14 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 sebesar 4,7% dan pada semester I tahun 2010 meningkat menjadi 5,6%.
Sektor pertanian merupakan sektor dominan memberikan sumbangan sebesar 21,1%. Luas wilayah Jateng 3,25 juta hektar sekitar 25,04% dari luas Pulau Jawa. Terdiri dari 991 ribu hektar lahan sawah dan 2,26 juta hektar bukan lahan sawah.
Untuk menarik investor agar menanamkam modalnya di Jawa Tengah maka secara proaktif dilakukan pembentukan kesan positip (image building), pemanfaatan peluang investmen generating) dan layanan investasi (investment servicing). Konkritnya Jawa Tengah terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif, memperkuat daya saing perekonomian nasional dan mempercepat peningkatan penananam modal, memberikan jaminan kepastian hukum, kepastian berusaha dan keamanan berusaha bagi masuknya investasi di Jawa tengah.
Jawa Tengah memberikan peluang terbaik kepada semua investor untuk menciptakan pertumbuhan usaha berkelanjutan serta mendatangkan hasil yang dapat diandalkan. Sehingga dapat dikatakan Jawa Tengah telah menjadi pilihan pertama bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri.
Berikut ini PELUANG INVESTASI DI PROPINSI JAWA TENGAH
Kabupaten/Kota
Potensi Jenis
Usaha Unggulan
Kabupaten Batang
  • Beach tourism
  • Teak furniture industry
  • Saltwater fishery
  • Truck container manufacture industry
  • Teak furniture industry
  • Saltwater fishery
Kabupaten Wonogiri
  • Floating net fishery
  • Cow fattening
  • Cashew fruit
  • Floating net fishery
  • Cashew fruit
Kabupaten Sragen
  • Cow meal manufacture
  • Organic plantation
  • Handmade batik
  • Cow meal manufacture
  • Cow fattening
Kabupaten Kudus
  • Brown sugar
  • Dairy cow/beef cattle
  • Embroidery
  • Carving
  • Brick/roof-tile industries
  • Agricultural machinery industry
  • Carving
  • Agricultural machinery industry
Kabupaten Kendal
  • Furniture
  • rattan/wood processing
  • toys
  • Printing/Silk-screening
  • cattle meal manufacture
  • shrimp cultivation
  • cattle meal manufacture
  • shrimp cultivation
Kabupaten Grobogan
  • Furniture Clay handicraft/roof tile liat
  • Beef cattle
  • Salt Frog thigh
  • Silkworm cultivation
  • silk thread
  • industry
  • Kaolin
Kabupaten Banyumas
  • Mushroom
  • Fish hatchery
  • Bamboo handicraft
  • Beef cattle
  • Natural silk industry
  • Fish hatchery
  • Silkworm cultivation silk thread
  • industry
Kabupaten Sukoharjo
  • Roof tile industry
  • Wood furnitureGlass engraving
  • Rattan furniture
  • Wood furniture
  • Rattan furniture
Kabupaten Semarang
  • Ginger
  • Coconut
  • Coffee
  • Tourism
  • Chicken meal Industry
  • Agro-tourism
Kota Semarang
  • Industrial area
  • Warehousing for import/export
  • Industrial area
  • Warehousing for import/export
Kabupaten Kebumen
  • Roof tile
  • Jatijajar Cave and Petruk Cave tourism
  • Marble mining
  • Limestone
  • Roof tile
  • Limestone
Kabupaten Surakarta
  • Batik
  • CDB
  • Cultural tourism/ Keraton tour
  • Batik
  • CBD
Kabupatan Brebes
  • Red onion
  • Salted egg
  • Red onion processing industry
  • Patchouli
  • Red onion industry
Kabupaten Cilacap
  • Sawmill
  • Traditional medicinal herb
  • Processed Rubber
  • Thread For Weaving
  • Nusakambangan Island Tourism
  • Fishery Product Processing
  • Nusakambangan Island Tourism
Kota Salatiga
  • Banana processing
  • Integrated fruit processing (rambutan, salak)
  • Tourism
  • Banana processing
  • Integrated fruit processing
Kabupaten Karanganyar
  • Batik
  • Metal work
  • Furniture
  • Convection
  • Soya ketchup
  • Metal crafting
  • Medicinal herb
  • Wood crafting
  • Glass crafting
  • Agro-tourism
  • Wood crafting
Kabupaten Banjarnegara
  • Freshwater fishery
  • Tourism
  • Mushroom
  • Clay handicraft
  • Mushroom
Kabupaten Blora
  • Banana processing
  • Jackfruit chips
  • Beef cattle
  • Banana processing
  • Beef cattle
Kabupaten Purworejo
  • Freshwater fishery
  • Soya ketchup
  • Cashew fruit
  • Brown sugar
  • Freshwater fishery
  • Etawa goat
Kabupaten Temanggung
  • Integrated fruit processing
  • Banana processing
  • Beef
  • cattle
  • Freshwater fishery
  • Integrated fruit processing
  • Agro-tourism
Kabupaten Pekalongan
  • Saltwater fishery
  • Embroidery/engrave crafting
  • Saltwater fishery
  • Silkworm cultivation
Kota Pekalongan
  • Handicraft promotion center
  • Saltwater fishery product processing
  • Handicraft promotion center
  • Saltwater fishery product processing
Kabupaten Pati
  • Saltwater fishing fleet
  • Harbor
  • Ice rill Fishmeal plant
  • Fishpond cultivatio
  • Fishmeal plant
  • Fishpond cultivation
Kabupaten Wonosobo
  • Dieng tourism
  • Mushroom
  • Plywood
  • Wood processing
  • Quartz sand
  • Dieng tourism
  • Mushroom
Kabupaten Magelang
  • Freshwater fishery
  • Tourism
  • Integrated fruit processing
  • Wood processing
  • Handicraft promotion center
Kota Magelang
  • Tourism
  • Laminating board
  • Automobile accessories
  • Toys
  • L Tina board
  • Toys
Kota Tegal
  • Clay handicraft (poci , clay work)
  • Tourism
  • Tegals tofu
  • Warehousing
  • Fishery product processing
Kabupaten Tegal
  • Snack industry
  • Metal work
  • Snack industry
  • Metal work
Kabupaten Demak
  • Cultural tourism
  • Fish market
  • Cashew fruit
  • Fish market
  • Starfruit.cultivation
Kabupaten Jepara
  • Saltwater fishery
  • Shrimp cultivation
  • Carving handicraft
  • Weaving industry
  • tourism
  • Saltwater fishery
  • Carving handicraft
Kabupaten Purbalingga
  • Banana processing
  • Wild sugarcane broom
  • Freshwater. fishery
  • Dairy cow
  • Clay work
  • Handicraft
Kabupaten Rembang
  • Mango processing
  • Banana processing
  • Teak furniture industry
  • Salt
  • Fishpond
Kabupaten Klaten
  • Batik
  • Metal work
  • Furniture
  • Convection
  • Metal handicraft
  • Medicinal herb
  • Processed wood
  • Rubber
  • Glass handicraft
  • Textile
  • Metal work
  • Rattan/wood handicraft
Kabupaten Boyolali
  • Atsiri oil industry
  • Dairy cow
  • Atsiri oil industry
  • Dairy cowv
Kabupaten Pemalang
  • Fish processing
  • CBD
  • Fish processing
  • CBD

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by www.teguhpamuji83.co.cc | Themes - Teguh Pamuji | SharePoint Demo